For those people, who always said many banter about other people who work nine to five. For those people who always mocking many urban people about their habit (get up in the morning and coming home late). For those people who always said working is just make you boring and older every day pass. And for those people who stand out behind their parents ass with their good wealthy, good life, and when they got a problem, they always said "I will tell my family soon" but they still mocking a people who struggle day by day without complaining without complement and finally said working people are useless.
I said. Fuck off.
indomietelorkeju
Hidup yang dimenangkan adalah hidup yang dipertaruhkan
Total Pageviews
Wednesday, 14 January 2015
Friday, 2 January 2015
Untuk Steven Gerrard, Dari Penggemar Man United
![]() |
| sumber:dailymail |
Halo,
Saya tahu kemungkinan anda membaca tulisan saya ini adalah satu banding satu juta, sangat tipis sekali. Tapi tak apa, saya memang sudah lama ingin menulis tentang anda tapi masih belum tau ingin menulis tentang apa. Eh supaya enak saya panggil Mas aja, boleh kan? Jadi Mas Gerrard, Hehe.
Jumat tadi pagi saya melihat banyak berita hilir mudik yang menyatakan mas gerrard akan meninggalkan liverpool pada akhir musim 2014-2015 dan baru tadi siang saya yakin bahwa berita itu benar ketika melihat pengumuman resmi dari akun twitter resmi LFC. Wah, iki piye toh mas? Kok kesannya mendadak sekali? Ada apa? Pertanyaan pertanyaan itu terus berputar di kepala saya. Spekulasi pun mulai muncul di benak saya tapi yasudahlah, saya tak mau memusingkan itu. Saya pribadi hanya menyayangkan.
Secara personal, walaupun saya penggemar rival abadi klub mas gerrard tapi saya bersikukuh kalau mas gerrard ini pantas untuk minimal satu kali mengangkat dan mencium medali premier league di karir mas. Setelah pengabdian dan keloyalan mas gerrard yang mirip dengan mas scholes dan giggsy, seharusnya mas gerrard pernah satu kali mencium medali itu, ya harusnya. Tapi kepantasan ini hanyalah tinggal sebuah kepantasan semu semata, karena sepertinya penyebabnya ada di dalam diri mas gerrard itu sendiri. Lancangkah saya berbicara? Mungkin, tapi kelancangan saya ini didasari oleh sebuah statement dari pelatih kesayangan mas sendiri: Rafael Benitez
Benitez pernah bilang seperti ini kepada mas:
"Your problem is you run around too much. You was playing with too much passion" – that is, running around like an idiot and BenÃtez tried to persuade Gerrard to play more with the head and less with the heart. (sumber: The Guardian)
Buat saya pernyataan itu sudah cukup merangkum kenapa mas belum pernah memenangkan liga. Walau terdengarnya saya sok tahu dan sok mengerti, tapi yang saya tahu liga adalah sebuah marathon bukan sprint. Dan buat saya, mas ini adalah sebuah sprinter yang sangat baik. Pandai membakar energi begitu cepat, baik energi mas sendiri atau teman teman tim mas. Lihat saja bagaimana gigihnya mas ketika di Istanbul kala itu, yang menasbihkan final 2005 itu sebagai final terbaik sepanjang masa. Walau saya tidak sependapat. Hehe
Tapi bagaimana tentang konsistensi?bagaimana kalau mas sudah terlalu emosi?sudah tidak bisa menahan gejolak darah yang mengalir keseluruh badan? Lalu akhirnya hilang konsentrasi dan jatuh di tengah jalan. Bukankah itu esensi dari sebuah marathon? Sebuah liga?
Contoh riil dari ini adalah ketika tim mas menang 3-2 dari manchester city. Saya ingat betul waktu itu saya ada di kereta menuju stasiun bogor dari pasar senen, sehabis mengantar adik saya pulang ke jogja. Tiap menit saya pantau live tweet dan berharap tim mas kalah walau baterai saya tinggal 11 persen. Saat sampai stasiun tanjung barat, peluit sudah dibunyikan dan liverpool menang lalu menduduki posisi pertama dan tinggal menyisakan tiga match sisa lagi. Sial, mimpi buruk buat saya kala itu.
Tapi
Ingatkah mas kalau saat itu mas sudah kepalang meluapkan emosi mas? Emosi tak tertahan meluap luap lari kesana-sini dan mengingatkan teman teman lain agar tidak "Slip" saat match sisa? Lalu anda menangis? Lalu semua orang sudah bereuforia layaknya liga sudah usai? Ingat kan, Mas? Tagar #MakeUsDream sudah membahana di mana-mana dan semua elemen liverpool sudah merasa juara pasti akan jatuh ditangan mereka. Manusiawi memang mimpi selama dua dekade lebih sebentar lagi akan menjadi nyata, manusia mana yang bisa berbohong kalau mereka tidak senang? Tapi hanya pemenanglah yang tidak mau merayakan sebelum perayaan itu benar-benar terjadi dan bisa bertindak wajar sebelum semuanya usai.
Kejadian setelah itu saya tidak mau tuliskan karena kejadian itu sangat kejam kalau dipikir-pikir. Mimpi itu sirna hanya dalam satu hari, kemarau itu urung dituruni hujan padahal sudah mendung. Oia, saya ingat betul ketika melawan chelsea lagi-lagi saya melihat bukti nyata omongan benitez yang tadi. Mas dengan emosi terus menembakkan tembakan dari luar kotak pinalti demi membayar blunder mas yang memorable itu, andai waktu itu mas tidak emosi dan frustasi saya yakin mas pasti bisa memecah kebuntuan menembus grendel pertahanan chelsea. Suarez, Stturidge, Coutinho, Sterling adalah jaminan mutu daya gedor tim mas. Dan saya yakin, sebenarnya mas ini jenius namun sayangnya emosional.
Kiranya surat singkat ini harus segera diakhiri karena saya tahu kapasitas saya hanyalah seorang penggemar dari rival klub mas. Tapi, jujur mas saya tahu betul perasaan fans fans liverpool sekarang. Ditinggal idola yang dari kecil dia lihat sampai sekarang tumbuh besar dan dewasa adalah sesuatu yang bikin getir. Tak peduli bagaimana akhir karir si idola tersebut, saya ingat betul ketika saya bersedih seharian ketika Kakek fergie pensiun atau ketika Moyes (pria tua yang menjadi olokan klub mas) dipecat. Mas gerrard memang pesepakbola sejati yang loyal dan mampu membakar semangat kawan kawan tim, tanpa mas gerrard mungkin tidak ada piala kuping gajah terangkat di Istanbul.
Mungkin tanpa mas gerrard pula, persaingan tim mas dengan tim favoritku tidak akan segreget selama ini. Oia mas, aku rindu lihat duet mas dengan xabi alonso. Pindahlah ke bayern mas, sekalian untuk mengangkat piala.
Best Regards,
Rifki Maulana
Friday, 12 December 2014
Mediocrity Paradox
Now i can make money for myself. But, the question is: "How can my expenditure become higher now? Is that means i have trapped in mediocrity paradox?". I have created theory about mediocrity paradox, that paradox is explain that mediocrity problem is when this people's incomes rises, outcome will follow. But not net income, net income always have rigidity in short or long term. So we can say mediocrity people are not good in manage their money so they never become wealthier than before, remember i said 'wealth' not 'money'.
Maybe this type of person is really good in work ethic and hardworker too because their dream is make more money everyday. But, when the goal is achieved, they lost. They never really good in manage their money but im very sure they really expert to manage the others. Its obvious, middle class problem is their theory is good to other people, but not accepted by themselves.
What make the money is spent very much? Social cost. Trust me, their food cost, fixed cost, living cost is low, very low when they alone. But when they meet their friends or partner, it changes. Easy money everywhere, flow it down from their pocket easily. So easy for useless stuff or untasty food etc. And when they came home, they regret.
And it happens many times. Regret everytime and repeat and regret and repeat.
Like a nietzche said that: "Time is a flat circle. everything we have ever done or will do, we are going to do over and over and over again"
Saturday, 8 November 2014
7 Alasan Kenapa Kamu Wajib Menonton Interstellar
![]() |
| Source: IMDB.com |
Jumat 7 November 2014 banyak hal-hal krusial yang haru biru terjadi dari mulai sekuel komik naruto tamat dan akhirnya naruto menjadi hokage, kemudian dilanjut di releasenya kembali reuni film AADC yang menjadi boom di social media dan malamnya ditutup oleh penantian panjang persib bandung selama 19 tahun untuk merebut trofi akhirnya tercapai. Tapi bagi penikmat film ada satu hal lagi yang mengharu birukan hari itu yaitu dilaunchingnya mahakarya christopher nolan: Interstellar. Film yang saya tunggu sedari setahun yang lalu. Dan penungguan saya terbayar tuntas.
Nolan termasuk sutradara yang jarang membuat film di kalibernya, terakhir dia membuat film itu di 2012 dengan menggarap The Dark Knight Rises. Tapi film yang dia buat tak pernah diragukan kualitasnya, dari following hingga sekarang interstellar kualitas filmnya tidak bisa untuk tidak diacungi jempol. Kebetulan saya adalah fanboynya nolan, dulu saya menjadikan film The Prestige sebagai nomor 1 di semua list film nolan tapi sayang kemarin tempat ini baru saja tergeser oleh Interstellar. Saya akan beri kamu alasan logis "kenapa sih kamu harus nonton ini".
1.Christopher Nolan
Well. Mungkin ini alasan pertama yang paling logis kenapa kamu harus nonton interstellar karena si empunya film ini adalah the mighty christopher nolan. Ide-nya yang seringkali diluar nalar membuat beberapa penonton mengerenyitkan dahinya sembari bilang "Kok, bisa ya bikin film kayak gini?". Seperti memento misalnya, alur yang aneh membuat film nolan yang ini menjadi tidak biasa hingga inception yang seringkali membuat orang berdebat apakah dicaprio masih terjebak di limbo atau sudah pulang kedunia nyata. Di film kali ini, ide yang diangkat adalah ide tentang space traveller dan segala macam mengenai tata surya dll. Awalnya saya pikir, film ini akan berakhir seperti pengalaman saya menonton gravity. Tapi tidak sama sekali, nolan menawarkan sebuah kemewahan yang lain di film ini. Dia mencoba untuk bermain dengan teori fisika kuantum, relativitas waktu dan segala macam hal njelimet yang dicombo dengan alur drama yang baik. Nolan never fail.
2. Matthew Mcconaughey
Andai ini diperankan oleh Christian Bale atau Dicaprio mungkin film ini akan berakhir sebagai film yang bagus saja. Tapi tidak untuk pemenang oscar in leading role tahun lalu ini, matthew berperan sangat baik di film ini bahkan bisa dibilang lebih bagus dibanding penampilannya di dallas buyers club. Berperan sebagai cooper, dia mampu berperan sebagai ayah yang family man dengan sempurna sekaligus leader yang baik saat pergi ke luar angkasa. Sepanjang saya menonton film-film nolan, baru kali ini saya melihat kekuatan aktor yang begitu kuat karakternya dan emosinya untuk di leading role. Untuk di supporting role, kita pasti ingat bagaiamana dahsyatnya heath ledger memerankan joker bukan? Setelah nonton film ini, slot pemenang oscar 2015 mungkin sudah dibooking sedari awal.
3.Hans Zimmer for the scoring
Scoring dari hans zimmer membuat bulu kuduk saya merinding sepanjang film. Kualitas hans zimmer memang tak usah diragukan lagi, dia memang sudah menjadi gacoannya nolan dalam membuat soundtrack dan juga scoring film. Coba anda dengarkan main theme interstellar berikut ini: Link1, pasti naluri haru anda akan segera naik. Terbukti dengan menonton sembari mendengarkan scoringnya yang ini, saya berhasil diperas air matanya. Cengeng memang, tapi apa daya hasil karyanya memang pantas untuk ditangisi.
4. Storyline yang apik
Cerita film interstellar ini memang benar-benar apik. Film ini dengan sabar menjelaskan alur tiap alur tanpa ada overlap yang tiba-tiba jadi begini dan tiba-tiba jadi begitu. Nolan dengan pelan-pelan sabar membangun emosi emosi penonton yang dipupuk setiap menitnya dan juga dengan sabar memupuk pengetahuan penonton teori teori ilmiah ala stephen hawking kepada penonton agar tidak kaget dan pusing sepanjang film. 169 menit tidak mubazir dan tidak terlalu lama untuk film sekaliber ini. Jadi kamu tidak perlu takut untuk tidak mengerti dengan film ini, kalau kamu tetap tidak mengerti maka saya sarankan jangan bawa pacar kamu ke bioskop agar kamu fokus menonton.
![]() |
| source:imdb.com |
5. Emosional
Awalnya saya kira ini hanya akan berakhir seperti gravity, berpetualang ke luar angkasa, terjebak dan selamat. Tapi saya salah besar, film ini menjual emosi yang sangat besar terutama di bagian hubungan father and his daughter-nya cooper dan murph. Konflik yang terjadi diantara mereka berdua merupakan mainplot di film ini , Tapi tidak hanya itu ada banyak konflik konflik yang akan menguras emosi penonton seperti konflik antara cooper dan brand saat di luar angkasa atau mungkin konflik antara murph dan tom yang sering berselisih semenjak ayahnya pergi ke luar angkasa. Sediakan banyak tisu yang banyak dan untuk para pria jangan segan untuk menangis karena film ini wajib ditangisi. Bahkan matthew pun mengaku menangis tiga kali saat menonton ulang film ini, ini beritanya link2
6. Cerita yang tidak biasa
Film bertema luar angkasa kini memang sudah mulai menjamur dan dianggap menjadi revolusi baru seiring mulai membosankan tema tema film yang ada di holywood walau jauh sebelum itu sudah ada stra trek dan star wars. Tapi film ini lengkap, sebelum sebelumnya tidak pernah ada film luar angkasa yang menjelaskan dengan lengkap konsep keilmuan luar angkasa, relativitas waktu dan segala hal mengenai multi dimensi dengan apik. Saya yakin ilmu fisika dan filsafat yang mendirect film ini memang sangat oke. Andai stephen hawking menonton film ini mungkin dia akan sadar kalau dia tidak hanya satu di dunia ini, tapi banyak.
7. Twist, Twist, Twist!
Bukan nolan kalau tidak menyajikan twist twist yang mindblowing. Sepanjang 2/3 film saya mencoba menebak nebak bagaimana film ini akan diakhiri, maklum saya merasa 'sok' karena sudah sering menonton film-filmnya nolan. Tapi apa daya, IQ saya mungkin sudah kepalang jongkok dan tetap tidak bisa menebak bagaimana ending dari film ini. Bisa dibilang ending film interstellar adalah ending yang paling mindblowing dibanding film-film sebelumnya, dan sudah jelas seperti kebiasaan nolan sebelum-sebelumnya endingnya nolan selalu saja, nanggung dan bikin nagih.
Saya tidak mau memberikan review yang terlalu banyak karena itu akan merusak keindahan film ini. Kalau kamu tidak percaya dengan review saya ini coba nonton sendiri ke bioskop dan buktikan sendiri berapa nilai dari film ini, kalau saya menilai film ini 9.7 dari 10. Tapi bisa jadi saya salah atau mungkin saya bohong seperti apa kata tagline interstellar "Our destiny lies above us"
Happy watching!
Subscribe to:
Posts (Atom)




