indomietelorkeju

indomietelorkeju
Bergelap-gelaplah dalam terang, berterang-teranglah dalam gelap. Tan Malaka

Total Pageviews

Tuesday, 15 October 2013

Kisah Putra Sang Senja



“Jika ditanya saya ingin menjadi apa, saya memilih untuk menjadi senja, senja adalah sesuatu yang  sengaja ditunggu bahkan diburu oleh banyak orang ketika berada di alam. Senja, disadari atau tidak,  menemani kita pulang dari kerasnya siang. Senja, adalah sebuah bentuk introspeksi, introspeksi dari  lelahnya pagi dan siang, sebuah introspeksi untuk menghadapi fase yang penuh sunyi dan misteri, yang  dinamakan malam” Itu adalah sepotong quotes dari Muhamad Rifki Maulana yang 'sedang dirasuki kahlil gibran dan nietzsche' di Blog pribadinya.

Pria ini kelahiran,  Senin 27 juli 1992, Dilahirkan saat petang menuju malam. Entah kebetulan atau tidak, saya sangat  menyukai senja sama dengan halnya waktu kelahiran saya  beberapa menit sebelum adzan magrib  dikumandangkan. Kalau Bung karno dilahirkan ketika pagi kemudian beliau dinamakan putra sang fajar,  maka saya pun menasbihkan diri saya sebagai putra sang senja. Tidak apa apa kan agak narsis sedikit?  Hehe.

Ngomong ngomong tentang fajar dan senja, apa sih hal yang mengkomplementari mereka? Ya, benar  mereka berdua identik dengan gunung dan pantai. Gunung mempunyai pasangan bernama fajar atau sunrise. Sedangkan senja atau sunset berkawan dengan namanya pantai. Keduanya diburu oleh para pelancong atau bagi para penikmat keindahan alam agar wisatanya tidak terasa sia sia. Dan saya bangga dengan Indonesia, Karena Indonesia menyediakan pilihan yang sangat banyak untuk menikmati gunung atau pantai. Siapa yang tak kenal dengan semeru, bahkan konon kabarnya setelah meledaknya film yang menceritakan tentang lima orang yang mendaki semeru, banyak orang yang ingin mendaki gunung. Memang benar film adalah penyampaian pesan paling efektif dan menghibur hehe.  

Bali? Sebutkan apa yang terpikir setelah saya sebut bali? Pasti pantai terpikir oleh kalian setelah saya sebut kata bali. Memang tidak bisa dipungkiri bali adalah salah satu pulau yang bisa dibanggakan di mata dunia, bahkan banyak turis yang mengira bali dan Indonesia adalah kesatuan yang berbeda. Selain bali, ada bunakken, ada lombok, ada daerah wonosari di Jogjakarta, dan ada banyak lagi yang tentu akan membuat jari saya pegal jika harus melist satu persatu jumlah pantai di Indonesia. Bahkan hadiah dari blog competition beswan djarum pun adalah pantai.


 Indonesia adalah negara maritim, tidak aneh jika pantai di Indonesia sangatlah banyak. . Karena saya sangat menyukai senja, dan beruntungnya saya karena tinggal di Indonesia, saya akan menceritakan sedikit tentang perjalanan saya ke pantai yang mungkin jarang didengar oleh khalayak ramai, pantai sawarna. Saya kesana sampai dua kali karena saya tidak mengenal kata bosan untuk pantai satu ini. Letaknya di daerah bayah, lebak, Banten. Alasan saya kesana,awalnya, karena saya tinggal di bogor dan ingin menikmati pantai yang ‘asri’ tapi tidak terlalu jauh dari bogor. Yang saya sangat suka dari pantai ini, pantai ini terisolir dari kendaraan roda empat, karena untuk memasuki pantai ini harus melewati jembatan gantung dan mobil tidak mungkin masuk kesana, kecuali mobil-mobilan

Awalnya saya kira sawarna adalah sebuah nama pantai, ternyata tidak, ini adalah nama sebuah daerah atau kampung, Pantainya ada berbagi jenis, tidak hanya pantai, sawarna menawarkan beberapa keindahan alamnya lainnya, seperti goa, padang rumput dan bukit.  Bisa dibilang saya mendapat paket buy one get three kesini.

Pantai yang saya datangi sudah pasti adalah pantai tanjung layar dimana letak pantai ini yang terdekat dari jembatan gantung. Disini banyak bule-bule berselancar, karena ombaknya yang lumayan tinggi disini. Dan disini ada simbol yang sangat lekat dengan sawarna yaitu dua karang besar yang berdampingan seperti layar kapal. Tidak cukup dengan tanjung layar, ternyata masih ada goa lalay. Goa  lalay menawarkan petualangan goa yang cukup menarik. Bagi yang berminat caving di goa ini sangat direkomendasikan. Karena kita masuk ke goa yang dialiri air cukup besar dengan cahaya minim dan banyak stalaktit diatasnya. Menantang? Jelas, karena arus air ke goa ini yang cukup deras, butuh guide untuk menemani kedalam. Anda akan merasakan sensasi national georgraphic disini. Haha. 

Saya diberitahu tukang nasi goreng, kalau disini ada pantai rahasia, namanya legon pari atau laguna pari namanya. Pantai itu bisa dibilang tempat yang sangat jarang ada manusia, bahkan perlu perjalanan melewati bukit dan melipir karang karang pantai kesana. Bahkan listrik pun belum masuk kesana, bisa dibayangkan betapa maturalnya tempat itu. Setelah mencoba menjadi petualang dadakan,  akhirnya saya menemukan tempat ini. Saya merasa bahwa pulau ini hanya untuk saya dan kawan kawan

 ini gila, karena pantai ini sangat sedikit penghuni, bahkan listrik pun tidak sampai kesini. Airnya pun seasin, sup yang dibuat oleh janda yang ingin nikah lagi. Yang lebih ajaib lagi, saya menemukan ada segerombolan kerbau tanpa sang penggembala. Mungkin mereka tipe hewan seperti yang ada di narnia .Sore yang saya tunggu, senjalah yang saya sangat tunggu, benar saja. Senja disini sangatlah utuh, tapi dengan asumsi kalau harinya cerah. Karena pada perjalanan kedua saya, kami sial, karena sore hujan cukup deras. Senjanya benar benar hangat, kombinasi yang sangat pas dengan ombak yang pelan pelan ditarik ke samudera.Lalu saya sadar ternyata bahagia di Indonesia ternyata sederhana, datanglah ke pantai ketika cerah, bersama teman lalu tontoni matahari sampai kembali ke tempat perisrirahatannya cukup membuat saya bahagia di hari itu.


Akhirnya ada sesuatu yang bisa saya banggakan dari negeri saya ini. Mungkin selama ini saya atau kita kurang bersyukur karena terus mengutuk negeri ini, tanpa kita mau mencari setitik keindahan di negeri ini. Kita terus mengeluh atas ketidaknyamanan kota, padahal keindahan keindahan seperti ini adalah obat penenang dari semua polutan yang hilir mudik di kota kota.  Kita semua harus jujur kalau Indonesia adalah negeri yang sangat beruntung, karena banyak keindahan tuhan yang terselip disini. Tidak heran orang orang menyebut indonesia adalah atlantis yang hilang. Saya sendiri akan mejadi pemburu, pemburu senja di tanah Indonesia.

No comments:

Post a Comment