indomietelorkeju

indomietelorkeju
Bergelap-gelaplah dalam terang, berterang-teranglah dalam gelap. Tan Malaka

Total Pageviews

Friday, 17 January 2014

Review Film: Back To The Future 1


Kalau saya lancang, saya akan mencoba mereview trilogy dari back to the future ini. Tapi saya tidak selancang itu, saya hanya mencoba mereview yang pertama dan berharap anda menontonnya, sehingga anda penasaran apa yang terjadi di sekuel kedua dan ketiga. Jujur, film ini sangat adiktif buat saya ketika itu, bisa dikatakan ini adalah salah satu trilogy terbaik tapi tetap tidak bisa menandingi trilogy batman.

Film yang beredar pada tahun 1985 ini membuat saya tidak percaya, di tahun itu sudah ada beberapa manusia yang bernama Robert Zemeckis dan Bob Gale yang berpikiran untuk membuat film sejenius ini. Jenius kenapa? Film ini sebenarnya ringan dan juga sangat cocok ditonton oleh keluarga, apalagi ketika musim liburan sekolah atau ketika liburan nasional. Tapi film ini rumit, setiap detil satu sama lain ternyata saling berhubungan hingga nanti back to the future 3. Yang membuat jenius, adalah ide yang sangat rumit dibuat ringan sehingga bisa dicerna oleh orang banyak. Serta tidak lupa kredit lebih diberikan untuk para pemeran utamanya, Michael J Foix (Marty) dan Christopher Lloyd. (Doctor)

Belum cukup tergiur untuk menonton? Oke, saya akan lanjutkan. Film ini berkisah tentang seorang anak remaja bernama marty mcfly yang sibuk dengan, kehidupan asmara dan sekolahnya. Marty mempunyai teman seorang profeser, bernama doctor emmet brown.. yang sering dipanggil oleh marty dengan panggilan "doc!". Alkisah, pada suatu hari marty disuruh oleh doc untuk menyaksikan dan mengabadikan, penemuan si doc yang terbaru. Ternyata, penemuan itu adalah sebuah time machine dalam bentuk sebuah mobil.

Belum selesai seremoni pengabadian penemuan terbaru doc, tiba tiba ada terorris yang datang ingin menghabisi doctor, karena doctor telah mencuri salah satu barang dari terorris tersebut. Kalang kabut, doc pun tertembak, dan marty nekat menggunakan mobil itu. Setelah melaju cepat, ternyata mobil itu membawa marty kembali ke tahun 1955. Di tahun itu, marty pun belum lahir bahkan marty pun tidak sengaja bertemu dengan ayahnya sewaktu muda di kafe. Dan pada tahun itu mengetahui, kenapa ayahnya terus dibully oleh sesorang bernama Biff, ternyata bullyingnya sudah mulai semenjak dulu hingga tahun 1985. Dan yang lebih konyol lagi, marty merusak tatanan waktu, dengan mengacaukan proses bertemunya ayah dan ibu-nya sendiri. 

Konsekuensi pun harus ditanggung, foto yang dipegang marty dari masa depan mulai menunjukan buktinya, perlahan lahan gambar saudaranya mulai terhapus karena marty telah mengacaukan pertemuan ayah dan ibunya yang harusnya berjodoh. Pusing karena terjebak di masa lalu, maka marty mencoba menemui doctor emmet brown di zaman mudanya. Untungnya doctor bisa diyakinkan, dan mau menyelesaikan semua masalah marty, dari mulai ayahnya yang culun yang tidak mau mengajak ibu marty kepesta dansa sampai sampai, ibunya marty pada masa muda yang jatuh cinta dengan marty. Sakit. Dan yang jelas doctor membantu marty membawa marty kemasa depan. 

Yang harus disoroti dari film ini, film ini mempunyai detil detil yang kuat hingga satu peristiwa lain ternyata mempunyai hubungan yang luar biasa dengan peristiwa selanjutnya, jadi jangan coba lengah menonton film ini kalau memang anda pengen greget. Dan film ini tidak berat ataupun film lambat, karenanya film ini cocok ditonton oleh keluarga. Pesan morilnya pun kental disini, dan itu tercermin dari perangai si doc nantinya yang menyiratkan bahwa, nasib dan semua yang terjadi biarkanlah yang terjadi, waktu yang telah terlewat adalah waktu yang terbaik yang tidak bisa dan sudah seharusnya tidak usah kita ubah. Rencana tuhan selalu lebih baik.

Dan rencana tuhan pula yang membuat, kamu ingin menonton sekuel lanjutannya. Saya bertaruh.

No comments:

Post a Comment